Minggu, 03 April 2011

0 komentar

INISIASI 1

PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA

ORGANISASI INFORMASI

Mahasiswa D-2 Perpustakaan yang mengikuti tutorial online PUST2134 Pengolahan Bahan Pustaka, selamat bergabung kembali dalam tutorial online tahun 2011.

Untuk pertemuan pertama ini kita akan membicarakan mengenai organisasi informasi.

A. Organisasi Informasi

Pada saat membahas organisasi informasi, kita tidak lepas dari pengertian informasi dan organisasi. Pengertian informasi adalah pengetahuan yang dikomunikasikan melalui pelbagai media rekam.

Dengan banyaknya informasi yang ada saat ini perlulah suatu pengaturan. Konsep yang digunakan untuk pengaturan adalah organisasi. Sehingga organisasi informasi merupakan pengaturan informasi menggunakan aturan tertentu.

Dalam dunia perpustakaan, organisasi informasi berkisar pada pelbagai kegiatan yang bertujuan agar setiap koleksi perpustakaan:

1. Diketahui tempat fisiknya melalui nomor panggil

2. Dikenali melalui sajian ringkas bahan pustaka atau cantuman bibliografi

B. Kerangka dasar system informasi

Menurut Doyle kerangka system informasi memberikan gambaran yang sedrhana dari alur system informasi, yang ditunjukkan bagian-bagian utama yang sama pada semua lembaga simpan dan temu kembali informasi, seperti perpustakaan, kearsipan, pusat dokumentasi dan informasi tanpa memperhatikan tingkat mekanisme maupun jenis informasi yang dikelola lembaga-lembaga tersebut.

C. Komponen system informasi

Sedangkan organisasi informasi mempunyai komponen antara lain :

1. Bahan pustaka, merupakan media informasi rekam baik tercetak maupun noncetak yang merupakan komponen utama setiap system informasi baik perpustakaan maupun unit informasi lainnya

2. Susunan koleksi, susunan koleksi perpustakaan mempunyai dua cara yaitu penempatan relative dan penempatan tetap

3. Katalog, dalam system informasi perpustakaan catalog merupakan sajian ringkas koleksi perpustakaan.

4. Pengguna, pengguna perpustakaan yang akan memanfaatkan koleksi perpustakan.

Selain kerangka dasar dan komponen system informasi, perlu juga diketahui mengenai proses dalam system informasi yang meliputi dua kegiatan yaitu:

1. Pengindeksan, meliputi semua proses yang berkaitan dengan masukan pada system tersebut antara lain analisis subjek, klasifikasi dan pembuatan catalog.

2. temu kembali informasi, penguna dapat menemukan informasi secara cepat dan tepat.

Demikianlah pemaparan materi pertemuan 1, mudah-mudahan dapat dipahami. Apabila kurang paham silakan untuk membaca materi pokok Pengolahan Bahan Pustaka pada modul 1 KB 1.

SELAMAT BELAJAR, SEMOGA SUKSES SELALU

INISIASI 2

PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA

Pengkatalogan

Mahasiswa D-2 Perpustakaan yang mengikuti tutorial online PUST2134 Pengolahan Bahan Pustaka, selamat bergabung kembali dalam tutorial online tahun 2011.

Untuk pertemuan kedua ini kita akan membicarakan mengenai bagian-bagian buku dan peraturan pengkatalogan.

D. Bagian-Bagian Buku

Untuk membuat deskripsi bibliografi bahan pustaka terutama buku, kataloger harus memahami bagian-bagian dari sautu buku. Berikut ini bagian-bagian buku antara lain:

1. Kulit buku (cover), biasanya terdapat judul buku.

2. Punggung buku, biasanya terdapat judul buku yang kemungkinan tidak sama dengan apa yang terdapat pada halaman judul.

3. Halaman kosong, halaman tanpa teks yang terletak setelah kulit buku dibagian depan dan belakang

4. Halaman judul singkat

5. Judul seri

6. Halaman judul merupak sumber informasi utama dalam mengumpulkan keterangan yang diperlukan dalam pengatalogan.

7. Halaman balik judul ( verso-recto), memuat informasi penting yang digunakan untuk pengkatalogan (membuat deskripsi bibliografi)

8. Halaman persembahan

9. Kata pengantar, catatan singkat yang mendahului teks

10. Daftar isi, memuat judul-judul bab dan rincian berupa bab

11. Pendahuluanmemberi wawasan tentang subjek yang dibahas

12. Naskah (teks), uraian atau isi buku tersebut

13. Indeks, daftar nama atau subjek secara terinci yang menunjuk pada halaman buku

14. Bibliografi, daftar kepustakaan yang digunakan pengarang

15. Glossary, memuat daftar kata atau istilah

16. Kolofon, keterangan yang terdapat di bagian akhir dokumen.

17. Nomor pagina, merupakan nomor halaman baik angka Romawi kecil maupun angka Arab

E. Peraturan pengatalogan

Pada saat kataloger membuat deskripsi bibliografi (katalog), perlu memperhatikan suatu peraturan yang telah ditetapkan. Peraturan atau pedoman yang menjadi acuan adalah AACR2 (Anglo-American Cataloguing Rules) edisi 2.

Dalam pembuatan katalog yang perlu diperhatikan adalah:

1. Sumber informasi utama

2. Tanda baca

3. Bahasa deskripsi

4. Huruf besar

5. Singkatan

6. Tingkatan deskripsi

7. Pola deskripsi

Demikianlah pemaparan materi pertemuan 2, mudah-mudahan dapat dipahami. Apabila kurang paham silakan untuk membaca materi pokok Pengolahan Bahan Pustaka pada modul 2.

SELAMAT BELAJAR, SEMOGA SUKSES SELALU

INISIASI 3

PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA
Penentuan tajuk entri


Mahasiswa D-2 Perpustakaan yang mengikuti tutorial online PUST2134 Pengolahan Bahan Pustaka, selamat bergabung kembali dalam tutorial online tahun 2011.
Untuk pertemuan ketiga ini kita akan membicarakan mengenai konsep kepengarangan dan menentukan tajuk entri utama dan tambahan

A. Konsep kepengarangan
Pengarang adalah orang atau badan yang bertanggung jawab terhadap isi intelektual atau isi artistic suatu karya.
Perngarang dapat dikategorikan sebagai pengarang perorangan maupun pengarang badan korporasi.
Yang termasuk dalam pengarang perorangan antara lain: penulis buku fiksi, nonfiksi, illustrator, penyadur, penulis syair, seniman, pemotret, penggubah lagu, penyusun bibliografi, penyusun bung arampai.
Yang termasuk dalam badan korporasi adalah : perkumpulan, lembaga, perusahaan dagang, badan social, pemerintahan dan konferensi.


B. Menentukan tajuk entri utama dan tambahan
Tajuk entri utama adalah pengarang yang bertanggung jawab terhadap isi intelektual atau artistic suatu karya.
Pengarang yang dapat dijadikan entri utama adalah
1. Pengarang tunggal dimana karya tersebut dikarang oleh satu orang
2. Pengarang ganda karya yang dibuat oleh lebih dari satu orang pengarang. Akan tetapi pengarang yang dapat dijadikan tajuk entri utama bila karya tersebut dibuat oleh 2 atau 3 pengarang. Sedangkan karya yang dibuat lebih dari 3 pengarang maka entri utama jatuh pada judul

Tajuk entri tambahan adalah tajuk entri yang merupakan tambahan pada tajuk entri utama dalam suatu katalog. Ketentuan yang perlu diperhatikan dalam menentukan tajuk entri tambahan sebagai berikut:
1. Nama orang yang dijadikan tajuk entri tambahan apabila nama tersebut berperan sebagai pengarang lain terbatas pada 3 pengarang. Jika karya tersebut ada 4 atau lebih maka tajuk dibuat untuk yang disebut pertama.
2. Nama badan korporasi dijadikan tajuk entri utama jika nama badan korporasi tersebut menonjol.
3. Judul sebenarnya selalu dijadikan tajuk entri tambahan, selama judul tersebut tidak dijadikan entri utama


Demikianlah pemaparan materi pertemuan 3, mudah-mudahan dapat dipahami. Apabila kurang paham silakan untuk membaca materi pokok Pengolahan Bahan Pustaka pada modul 3. Dan Saudara juga dapat berdiskusi apabila benar-benar belum paham tentang pengolahan bahan pustaka.

SELAMAT BELAJAR, SEMOGA SUKSES SELALU

Saudara peserta TUTON, Anda telah mempelajari mengenai organisasi informasi, bagian-bagian buku sarta peraturan pengatalogan dan tentang tajuk entri.

Untuk tugas pertama ini silahkan Saudara menjawab pertanyaan berikut:

1. Jelaskan mengapa informasi perlu diorganisir

2. Apa hubungan bagian buku dengan peraturan pengkatalogan

3. Apa fungsi pengarang dalam pengatalogan

SELAMAT MENGERJAKAN SEMOGA SUKSES kejutan

0 komentar

INISIASI 1

KERJASAMA DAN JARONGAN PERUSTAKAAN

Konsep kerjasama juga semakin didengungkan di dunia perpustakaan, tak terkecuali di antara perpustakaan di Indonesia. Istilah pinjam antar perpustakaan, silang layan, pemanfaatan bersama informasi (resource sharing) serta jaringan informasi yang banyak dipakai orang setelah teknologi komputer masuk ke dunia perpustakaan, sudah banyak dikenal bahkan diterapkan oleh perpustakaan, baik di tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional.

Informasi yang semakin melimpah dalam jumlah, jenis maupun media penyampaiannya, serta kebutuhan akan informasi yang semakin meningkat di satu pihak, kemudian dana yang semakin terbatas di pihak lain, membuat perpustakaan tak akan pernah dapat mencukupi kebutuhan pengguna dengan hanya menyuguhkan koleksi pustaka yang dihimpun masing-masing perpustakaan. Dari sanalah timbul gagasan perlunya kerjasama antar perpustakaan dalam pelbagai bentuk agar dapat memenuhi kebutuhan pengguna akan informasi semaksimal mungkin.

Sebagi lembaga pelayanan yang berorientasi pada pengguna, perpustakaan perlu selalu berupaya untuk dapat memberikan layanan yang terbaik, agar dapat memenuhi kebutuhan pengguna masing-masing. Dengan mengadakan kerjasama, bukan saja perpustakaan dapat memberikan kesempatan lebih luas untuk tidak saja dapat mempunyai akses ke sumber informasi yang dimiliki oleh perpustakaan sendiri tetapi juga ke perpustakaan lain.

Lalu, sebagi lembaga yang turut bertanggung jawab pada penyebaran informasi dan ilmu pengetahuan, melalui kerjasama, perpustakaan dapat perperan serta dalam mendorong dimanfaatkannya secara maksimal koleksi pustaka yang telah dihimpun masing-masing. Beberapa perpustakaan merencanakan program kerjasama baik formal maupun non formal untuk meningkatkan kepuasan penggunanya. Sepanjang perjalanan sejarah menunjukkan, komunikasi antar ilmuwan ternyata mengakibatkan terjadinya peminjaman pustaka antara perpustakaan dan pemberian akses bagi koleksi tertentu. Sampai saat ini nampaknya kerjasama secara formal kerjasama perpustakaan dengan memanfaatkan katalog induk (Union catalog), pinjam antar perpustakaan (Interlibrary loan), pemusatan penyimpan/ penyimpanan bersama koleksi, koleksi khusus bidang subyek menjadi kenyataan.

Kalau dilihat perdefinisi, kerjasama adalah suatu pebuatan bantu membantu atau yang dilakukan bersama (Purwadarminta, 176). Berdasarkan pengertian ini, maka kerjasama perpustakaan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan beberapa perpustakaan secara bersama melaksanakan suatu usaha mencapai tujuan yang sama dan/atau saling membantu dalam melaksanakan tugasnya. Pengertian mengarahkan bahwa setiap perpustakaan yang bekerjasama berkewajiban memberikan sesuatu kepada perpustakaan lain. Walaupun demikian, “sesuatu” yang diberikan dan/atau yang diminta untuk diberikan kepada perpustakaan lain akan terbatas pada kemampuan dan peraturan yang berlaku pada setiap perpustakaan yang bekerjasama. Hal ini menyebabkan pada umumnya dalam kerja sama perpustakaan “sesuatu yang saling diberikan adalah jasa”.

DISKUSI:

Jelaskan beberapa keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh melalui kerja sama perpustakaan!

INISIASI 2

KERJASAMA DAN JARINGAN PERPUSTAKAAN

Kerjasama Pengadaan.

Koleksi perpustakaan merupakan sumber informasi yang tidak saja menggambarkan hasil karya manusia masa lampau dan masa sekarang, namun juga masa yang akan datang. Bila koleksi perpustakaan dikembangkan tidak mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perpustakaan akan ditinggalkan penggunanya. Tiga pilar pokok perpustakaan adalah koleksi, sumber daya manusia(pustakawan) dan pelayanan. Sehingga ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak mungkin terpisahkan. Koleksi banyak tanpa ada pustakawan, mustahil perpustakaan itu akan berjalan. Pustakawan tanpa koleksi itu berarti tidur panjangnya sebuah perpustakaan, sebab tanpa koleksi tidak akan terjadi pelayanan bagi pengguna.
Masalah pengembangan koleksi di perpustakaan bukan rahasia umum. Tidak tersedianya dana yang memadai untuk membina koleksi bahan pustaka acapkali terjadi.
Perpustakaan nyaris tidak mendapat porsi penting bagi unit kerja induk. Namun demikian perpustakaan tidak boleh berhenti sampai disitu. Pustakawan sebagai ujung tombak perpustakaan tidak boleh begitu saja menyerah dengan keadaan. Dalam kondisi demikian profesionalitas pustakawan menjadi taruhannya. Pustakawan harus bergerak dan berusaha mencari koleksi-koleksi yang memungkinkan dimiliki oleh perpustakaan. Pengadaan bahan pustaka umumnya melalui pembelian, pertukaran (exchange) dan hadiah. Bagi perpustakaan yang miskin dana, pengadaan bahan pustaka melalui pembelian tentu tidak mungkin. Keadaan ini mendorong pustakawan untuk menetapkan prioritas bahan pustaka dan mencari alternative lain dalam mendapatkan bahan pustaka tanpa membeli.
Dengan adanya masalah dana yang banyak dihadapi oleh perpustkaan,

DISKUSI:

Jelaskan beberapa beberapa bentuk kerjasama yang dapat dilakukan untuk menambah koleksi pustaka ataupun memanfaatkan dana yang tersedia semaksimal mungkin !

INISIASI 3

KERJASAMA DAN JARINGAN PERPUSTAKAAN

Paradigma Kerjasama

Sebagaimana telah dikemukakan tentang alasan mengapa perpustakaan perlu bekerjasama. Hasilnya dapat berupa konsorsium, jaringan perpustakaan atau pun kerjasama perpustakaan. Dari definisi yang ada di Modul 1 Anda dapat membedakan berbagai jenis jaringan perpustakaan, misalnya jaringan bibliografi dan jaringan regional. Bentuk kerjasama yang terlihat dapat berdasarkan sumber pembiayaan, berdasarkan jurisdiksi dan jenis perpustakaan peserta. Di bawah ini uraian lebih lanjut.

1. Klasifikasi Berdasarkan Tujuan

Jaringan dapat dibagi berdasarkan tujuannya. Tujuan tersebut dapat berupa (a) pendayagunaan bersama informasi bibliografis semacam cantuman pengkatalogan; (b) pendayagunaan patungan melalui pinjam antar perpustakaan, pengembangan koleksi bersama, katalog induk majalah dan peminjaman timbal balik.

Pada peminjaman timbal balik ada kesepakatan antara dua perpustakaan atau lebih yang menyatakan bahwa anggota sebuah perpustakaan A, B dan C sepakat melaksanakan peminjam buku di perpustakaan B dan C, demikian pula sebaliknya.

2. Kategori Ber-dasarkan Jenis Perpustakaan

Jenis jaringan dapat dibagi menjadi jaringan perpustakaan tipe tunggal dan tipe ganda. Jaringan perpustakaan tipe tunggal artinya jaringan perpustakaan yang melibatkan hanya satu jenis perpustakaan saja, misalnya jaringan perpustakaan umum, perpustakaan perguruan tinggi. Contoh di Indonesia misalnya jaringan perpustakaan perguruan tinggi negeri. Jaringan perpustakaan tipe ganda ialah jaringan perpustakaan yang mencakup lebih dari 1 jenis perpustakaan misalnya perpustakaan umum dan khusus. Contoh adalah jaringan perpustakaan di kota Semarang dan sekitarnya yang melibatkan berbagai jenis perpustakaan.

Mula-mula yang banyak tumbuh ialah jenis tipe tunggal, tetapi sekarang tipe ganda lebih banyak jumlahnya. Hal ini terjadi karena masing-masing perpustakaan berusaha memanfaatkan semaksimal mungkin sumber daya perpustakaan yang ada. Hal itu didorong oleh kenyataan bahwa tidak sebuah perpustakaan pun atau bahkan sebuah jaringan perpustakaan tipe tunggal yang mampu melayani semua bahan perpustakaan bagi semua pemakai dan anggota. Perpustakaan umum dapat memperoleh manfaat dari koleksi perpustakaan perguruan tinggi dan sekolah. Lazimnya jaringan perpustakaan tipe ganda didorong oleh pemerintah.

3. Berdasarkan Geografi

Jaringan perpustakaan berdasarkan geografis dapat dibagi lagi menjadi tipe tunggal atau ganda dan dapat pula dibatasi pada kota, provinsi ataupun kawasan yag lebih luas misalnya Indonesia Barat, Sulawesi, Indnesia Timur.

Sebuah perpustakaan dapat menjadi anggota lebih dari 1 jaringan perpustakaan, misalnya perpustakaan tersebut menjadi anggota perpustakaan umum, juga menjadi anggota jaringan dalam sebuah propinsi. Banyak perpustakaan yang menjadi anggota jaringan bibliografi juga menjadi anggota sistem regional. Misalnya perpustakaan Universitas Sam Ratulangi menjadi anggota Badan Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri se Indonesia Timur juga menjadi anggota Pusat Layanan Disiplin Ilmu juga anggota Jaringan Dokumentasi dan Informasi Kesehatan.

4. Klasifikasi Berdasarkan Jurisdiksi Politik

Jaringan perpustakaan dapat dibagi menurut jurisdiksinya menjadi jurisdiksi tunggal atau jurisdiksi jamak. Jenis jurisdiksi tunggal artinya jaringan tersebut bertanggung jawab pada satu otorita saja sedangkan jurisdiksi jamak memberikan jasa pada dua jurisdiksi atau lebih serta bertanggung jawab pada 2 otorita atau lebih. Sebagai contoh jaringan perpustakaan di sebuah kabupaten hanya bertanggung jawab pada otorita atau penguasa tunggal sedangkan jurisdiksi jamak terdapat pada jaringan perpustakaan yang mencakup lebih dari 1 provinsi ataupun perpustakaan propinsi yang membawahi berbagai kabupaten di sebuah propinsi.

5. Jaringan Komersial Versus Nirlaba

Jaringan dapat dibagi menjadi jaringan komersial dengan jaringan nirlaba. Anda perlu memahami konsep pangkalan data komersial atau commercial data base. Pangkalan data komersial adalah penjaja jasa yang menyediakan data bibliografi, teks lengkap untuk pemakai dengan tujuan menjadi keuntungan. Secara sederhana Anda bayangkan katalog perpustakaan. Data katalog perpustakaan itu disimpan di komputer, karena data katalog merupakan data biblografis artinya data menyangkut buku dalam arti luas. Data tersebut dapat diakses melalui berbagai ancangan atau pendekatan. Kalau pada katalog di perpustakaan, Anda dapat menelusur melalui pengarang, judul, subjek atau seri maka pada pangkalan data yang tersimpan di komputer akses tersebut lebih banyak. Misalnya Anda menelusur melalui pengarang dan subjek. Sebagai contoh seseorang mencari karya Abdurrachman Surjomihardjo khusus tentang kota Jakarta saja. Di sini ada penggabungan antara pengarang dengan subjek, hal tersebut tidak dapat dilakukan secara langsung di katalog perpustakaan yang dikelola secara hastawi (manual). Para penjaja jasa ini mengumpulkan data bibliografis berbagai sumber, dari semua indeks artikel majalah ilmiah. Siapa saja dapat melanggan pangkalan data komersial asal yang bersangkutan bersedia membayar, karena sifatnya membayar, maka pangkalan data tersebut dikenal dengan nama pangkalan data komersial. Lawanannya ialah pangkalan data nirlaba, yang disediakan oleh perpustakaan.

Pangkalan data komersial dan sistem informasi komersial bukanlah jaringan perpustakaan karena bukan merupakan bagian dari perpustakaan yang ikut serta dalam program kerjasama. Pangkalan data komersial memberikan jasa informasi nonbibliografis dan temu balik informasi bibliografis namun harus membayar. Pangkalan data komersial menyediakan akses ke literatur, dan data informasi yang bertautan dengan subjek. Beberapa di antaranya dapat diakses melalui jaringan telekomunikasi milik mereka, jasa yang lain dapat diakses melalui jaringan telepon biasa atau melalui jaringan bibliografi. Contoh pangkalan data komersial ialah Utlas dari Canada dan DIALOG dari AS. Utlas singkatan dari University of Toronto Library Automation System berasal dari Toronto, Canada. Dialog dikembangkan oleh perusahaan penerbangan Lockheed dari Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Kedua-duanya sebenarnya juga penjaja atau vendor yang menjual berbagai pangkalan data buatan orang lain.

Kalau Anda melihat kegiatan pangkalan data komersial sebenarnya hampir tidak berdeda dengan jasa pangkalan data nirlaba; yang membedakan hanyalah ketentuan harus membayar saja, sedang jasa lainnya sama saja.

Diskusi

Dalam melaksanakan kerjasama-antar perpustakaan, diperlukan alat-alat penunjang yaitu berbagai macam sarana bantu kerajasama perpustakaan yang untuk pembuatannya dapat dilakukan melalui kerjasama, sarana utama kerjasama tersebut antara laian adalah:

  1. Bibliografi,
  2. Katalog induk
  3. katalog induk majalah
  4. indeks

Jelaskan peranan masing-masing sarana bantu kerjasama perpustakaan tersebut !

Tugas

Dalam melaksanakan kerjasama-antar perpustakaan, diperlukan alat-alat penunjang yaitu berbagai macam sarana bantu kerajasama perpustakaan yang untuk pembuatannya dapat dilakukan melalui kerjasama, sarana utama kerjasama tersebut antara laian adalah:

1. Bibliografi,

2. Katalog induk

3. katalog induk majalah

4. indeks

Jelaskan peranan masing-masing sarana bantu kerjasama perpustakaan tersebut !

INISIASI 4

KERJASAMA DAN JARINGAN PERPUSTAKAAN

Kerjasama perpustakaan perguruan tinggi

Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi Dirjen Dikti membangun sistem jaringan komputer. Pada tahun 1988 dibentuk Inter-university Computerized Network (UNINET), dan pada tahun 2006 dibentuk Indonesian Higher Eduication Network ( INHERENT).

1. Inter-university Computerized Network (UNINET),

Tujuan utama dibentuknya jaringan ini adalah untuk menghubungkan ke 45 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dibawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. UNInet terutama dirancang untuk mendukung kerjasama dalam pendidikan, penelitian, dan pengelolaan pendidikan tinggi di Indonesia.

Dalam pengembangannya, UNInet juga akan terhubung ke lembaga-lembaga lainnya yang relevan serta dengan jaringan-jaringan komputer lain, baik nasional maupun internasional. Indonesia merupakan negara ketiga di Asia yang memiliki jaringan antar kampus semacam ini setelah Jepang dan Korea Selatan. Serupa dengan jaringan komputer lainnya, UNInet mempunyai potensi untuk membantu peningkatan produktivitas para pemakainya, terutama masyarakat akademis di Indonesia.

Fasilitas yang Tersedia untuk Para Pemakai

UNInet menyediakan fasilitas bagi para pemakainya guna saling berkomunikasi melalui paket-paket perangkat-lunak yang dikembangkan dalam rangka:

  • Layanan pesan elektronis, yang memungkinkan para pemakai untuk mengirim dan menerima pesan-pesan elektronis ke/ dari setiap pemakai lain pada UNInet dan jaringan-jaringan lainnya yang terhubung.
  • Pelayanan diskusi elektronis, yang menyediakan forum bagi sejumlah pemakai untuk bersama-sama mendiskusikan topik-topik yang menjadi perhatian bersama. Sistem ini melakukan pelayanan secara tersebar, tanpa komputer pusat seperti pada fasilitas diskusi lainnya. Setiap pemakai cukup menghubungi sebuah komputer lokal dilembaganya sendiri.
  • Fasilitas pemindahan berkas, memungkinkan pemakai untuk memindahkan berkas dari satu komputer kekomputer lainnya.
  • Penggunaan sistem jarak jauh secara interaktif, suatu fasilitas yang memungkinkan pemakai untuk mengakses host-host (jarak-jauh) lain yang dihubungkan ke jaringan. Fasilitas ini hanya dapat digunakan secara terbatas, karena biaya telekomunikasi yang sangat tinggi.
  • Pengerjaan tugas-tugas pada komputer secara jarak jauh. Pada awalnya hal ini membatasi pemakai untuk mengengsekusi perintah pada sistem jarak jauh.

Simpul-simpul UNInet

Untuk tahap pertama, pengembangan UNInet dipusatkan pada pengembangan hubungan kedelapan simpul.

Sub-jaringan telekomunikasi yang menghubungkan kedelapan simpul tersebut dijalankan pada 1200 bit/detik dengan fasilitas dari PERUMTEL sebagai berikut :

  • Universitas Indonesia, Jakarta (Sirkit-Sewa SKDP, X.25 dan X.28).
  • Institut Teknologi Bandung, Bandung (Sirkit-Sewa SKDP, X.28-belum terpasang).
  • Universitas Gadjahmada, Yogyakarta (Sambungan Dial-up SKDP)
  • Institut Teknologi Surabaya, Surabaya (Sambungan Dia-lup SKDP)
  • Universitas Hasannudin, Ujung Pandang (Sambungan Dial-up SKDP- belum terpasang).
  • Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Jawa Barat (Sambungan Data melalui Telepon).
  • Institut Pertanian Bogor, Bogor (Sambungan Data melalui Telepon - belum terpasang).
  • Ditjen Dikti Depdikbud, Jakarta (Sambungan Data melalui Telepon - belum terpasang).

Disamping simpul-simpul diatas juga dioperasikan hubungan dengan Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) di Jakarta dan dalam waktu dekat dengan Laboratorium Data, Pusat Penelitian dan Pengembangan PERUMTEL di Bandung.

DISKUSI

Jelaskan masalah-masalah dalam Pengembangan UNInet

0 komentar

INISIASI 1

BAHASA INDONESIA

Peran dan Fungsi Bahasa Indonesia dalam IPTEK dan IPTAK

A. Bahasa Indonesia dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa pendukung ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk kepentingan nasional kita. Bahasa adalah kunci untuk membuka khasanah pengetahuan. Dalam buku ilmu pengetahuan terdapat ilmu pengetahuan dan teknologi dari berbagai disiplin ilmu. Dengan bahasalah, kita dapat menguasai ilmu tersebut.

Seperti kita ketahui bahwa ilmu pengetahuan di Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan di negara-negara maju seperti Negara-negara di Eropa dan Amerika. Perkembangan bahasa Inggris seimbang dengan ilmu pengetahuannya. Hal tersebut karena buku-buku yang dipergunakan untuk memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi berbahasa Inggris. Keadaan tersebut tidak sebaik pada bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia selalu ketinggalan, perkembangannya tak selaju perkembangan budaya bangsanya. Oleh sebab itu, walaupun bahasa Indonesia sudah berperan sebagai alat persatuan tetapi belum dapat berperan sebagai pengantar ilmu pengetahuan.

Upaya apa yang harus kita lakukan untuk menjawab tantangan tersebut. Pertama kita harus membiasakan sikap ilmiah dengan cara melengkapi buku-buku ilmiah sebagai salah satu syarat. Menurut Halim (dalam Bakry, 1981:179) kesalahan tersebut bukan karena ketidakmampuan bahasa Indonesia sebagai pengantar ilmu pengetahuan, tetapi karena kekurangan bahasa Indonesia dalam hal peristilahan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sekarang ini Pusat Bahasa masih memberlakukan upaya untuk menciptakan istilah-istilah baru untuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Usaha lain yang harus dilakukan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dengan cara harus menerjemahkan semua buku ilmu pengetahuan di dunia ini ke dalam bahasa Indonesia. Dengan adanya informasi ilmiah pengetahuan yang berarti meningkatkan mutu bahasa Indonesia sebagai bahasa Ilmiah.

B. Bahasa Indonesia dalam Kegiatan Keagamaan

Bahasa Indonesia banyak dipergunakan dalam aktivitas keagamaan sebagai alat/sarana komunikasi untuk menginformasikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat. Hal tersebut sudah terjadi sejak negara maritim Sriwijaya yang beribu kota di Sumatra pernah menjadi pusat pengajian dan penyiaran agama Budha.

Begitu pula dengan agama Islam ketika masuk ke wilayah Asia Tenggara. Bahasa Melayu ikut memegang peranan penting untuk penyebarannya agama ke daerah-daerah yang jauh. Demikian pula dengan bangsa Portugis, bangsa Eropa yang pertama kali datang ke Indonesia, dalam usaha perdagangan dan misinya menyebarkan agama di Kepulauan Maluku, juga menggunakan bahasa Melayu bukan bahasa Portugis dan bukan pula bahasa setempat sebagai bahasa pengantar.

Bahasa Indonesia dapat disebutkan kegiatan keagamaan yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi juga sudah ada sejak lama sekali. Adanya mantra-mantra yang sampai sekarang menunjukkan bukti kegiatan itu. Para ahli berpendapat bahwa mantra-mantra itu sudah ada sejak sebelum agama Islam datang ke Indonesia, bahkan sebelum agama Hindu dan Budha. Mantra-mantra itu diajarkan oleh guru kepada murid, oleh generasi yang satu kepada generasi berikutnya. Semua itu masih serba lisan sebab pada saat itu tulisan belum dikenal. Ini membuktikan bahwa saat itu bahasa Indonesia dipakai sebagai sarana komunikasi keagamaan.

INISIASI 2

BAHASA INDONESIA

Hubungan Antarketerampilan Berbahasa

Empat keterampilan berbahasa baik lisan (menyimak dan berbicara) maupun tulis (membaca dan menulis) memiliki keterkaitan yang sangat erat. Satu keterampilan akan mendukung keterampilan yang lainnya. Hubungan antarragam bahasa (ragam lisan atau ragam tulis) lebih erat dibandingkan hubungan keterampilan antarsifat (reseptif atau produktif). Contohnya menyimak dengan berbicara lebih erat dibandingkan hubungan menyimak dan membaca atau menulis. Hubungan keterampilan pada ragam yang sama dapat disebut hubungan langsung, sedangkan hubungan keterampilan pada sifat yang berbeda hubungannya adalah tidak langsung.

Perhatikan tabel berikut ini.

Keterampilan Berbahasa

Sifat

Lisan

Tulis

Menyimak

Membaca

Reseptif

Berbicara

Menulis

Produktif

Saudara melalui tabel ini kita kaji hubungan antarketerampilan berbahasa. Kita lihat hubungan ini dari segi ragam. Pada ragam lisan, yaitu menyimak dan berbicara berada pada ruang yang sama. Dalam kegiatan berbahasa lisan secara tatap muka, penyimak dan pembicara dapat bertukar atau berganti peran. Penyimak bertukar peran menjadi pembicara dan sebaliknya, pembicara menjadi penyimak. Pergantian peran ini biasanya terjadi pada kegiatan tanya jawab, saling memberi masukan atau interaktif.

Pengetahuan yang diperoleh seseorang melalui menyimak dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuannya berbicara. Dengan kata lain, untuk dapat menjadi pembicara yang baik, orang harus memiliki keterampilan menyimak yang baik.

Sebagaimana menyimak dan berbicara, keterampilan membaca dan menulis juga dapat berganti peran. Ketika Anda menerima surat, Anda membacanya. Anda menjadi pembaca. Ketika Anda menulis surat balasan maka Anda menjadi penulis.

Pengetahuan seseorang yang diperoleh melalui membaca dapat digunakan untuk memperoleh atau meningkatkan keterampilan menulis. Dengan kata lain, untuk dapat menjadi penulis yang baik, orang harus memiliki keterampilan membaca yang baik.

Keterampilan berbahasa yang memiliki sifat sama pasti memiliki hubungan yang erat. Keterampilan menyimak dan membaca keduanya bersifat reseptif. Pengetahuan seseorang yang diperoleh melalui kegiatan menyimak akan menjadi skemata yang akan membantunya ketika memahami isi bacaan, demikian pula sebaliknya; pengetahuan yang diperoleh dari bacaan atau hasil membaca akan menjadi skemata yang akan membantu dalam memahami isi simakan. Artinya, kedua keterampilan berbahasa reseptif ini selalu saling mendukung. Dapat disimpulkan bahwa, seseorang yang terampil membaca juga terampil menyimak atau sebaliknya.

Antarketerampilan berbahasa produktif juga memiliki hubungan yang erat. Seorang penyaji seminar selain pintar berbicara ketika mempresentasikan makalahnya juga pandai menulis bahan seminar.

INISIASI 3

BAHASA INDONESIA

Hakikat Menyimak

Mendengar dan menyimak memiliki arti yang berbeda. Mendengar memiliki arti dapat menangkap suara. Menyimak memiliki arti suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.

Strategi menyimak

  1. Membedakan fonem dalam konteks

Kata dari dan tari adalah kata yang berbeda, dibedakan dengan adanya huruf /d/ dan /t/. Dalam pendengaran sekilas tampak hampir sama, namun jika disimak dengan seksama ada perbedaan. Jadi dalam menyimak harus lebih diperhatikan setiap fonem dalam konteks

  1. Berlatih menangkap maksud tuturan dari sebuah kalimat

Kita kadang salah mengertikan maksud pembicaraan seseorang, misal ada yang berbicara, ” Kucing makan tikus mati di dapur.” Mungkin tafsiran orang-orang akan berbeda. Ada yang mengira yang mati adalah kucing, ada yang menyangka yang mati adalah tikus. Jika kita tidak memperhatikan intonasi kalimat (panjang-pendek, tekanan, dan nada kalimat), kemungkinan salah tafsir itu ada.

  1. Menentukan kesalahan pengucapan sebuah kata

Umumnya kesalahan pengucapan terletak pada kata yang berhomofon atau homograf seperti bank dengan bang, apel buah dengan apel upacara, dll

  1. Menangkap isi sebuah percakapan

Untuk mampu menangkap isi sebuah percakapan dibutuhkan konsentrasi yang baik.

  1. Menangkap isi sebuah wacana ilmiah dan nonilmiah

Menyimak wacana baik ilmiah dan nonilmiah lebih difokuskan pada ide atau gagasan yang dinilai penting bagi penyimaknya. Konsentrasi sudah pasti diperlukan.

Sabtu, 12 Maret 2011

WINDY I'LL NEVER LET YOU GO

0 komentar
sekarang punya windy,,,, gw tau dalem atinya masi ada cewe yang dulu pernah dia suka... ampe sekarang gw blum ngerasa miiki dia sepenuhnya.... gw tau buat lupain semuanya pasti gak gampang,,, tapi apa dia punya niat buat lupain tu cewe????? gw g mu terus2 hubungan am dia kalo dia gak bisa lupain tu cewek... gw juga punya ati... gw heran musti gimana lagi coba buat bikin dia jadi sayang seutuhnya am gw.... jangan kan bikin dia tamabah sayang am gw,gw aj gak tau dia sayang g am gw sekarang..... gw bakal terima kalo dia emang gak suka am gw,,, gw gak mau dia bilang am gw sayang tapi sebenernya dia gak sayang am gw,,,, bukannya selama ini gw gak pernah muluk2 masalah pacar???? gw juga gak pernah minta macem2 am pacar.... tapi kuk cowok rata2 nyakitin gw ya???? ap coba slah gw???? ap windy bakal lakuin hal yang sama am mantan2 gw??? ya aloh sugan aj gak,,, gw mah ikhlas lahir batin jadi bininya windy, jangan pisahin kita ya Rab.... gw cape ngulang dari nol lagi,,, cape PDKT lagi am cowo,,,, kenalan lagi,,,, adaptasi lagi,,,,, coba pahami lagi,,,, uda lelah am yang kaya gitu.... gw pengen ampe nikah am dia , nikah am windy,,,, gw gak mau ampe udahan am dia.... bikin gw am dia berjodo ya Rab,,,, gw sayang am dia ngelebihin gw sayang am diri gw sendiri,,,, gw pengen dia jadi milik gw... terserah orang mu bilang ap,,, perlu dia tau kalo dihati gw sepenuhnya punya dia,,, dihati gw gak ad orang lain selain gw,,,,, hal yang paling gw seneng adalah liat dia seneng.... gw pengen dia tau,, gw sayang banget am dia,,,, gw gak mau keilangan dia,,,, gw cinta mati am dia,,,, biarin gw mati duluan.... gw gak sanggup kalo dia tinggalin gw buat selamanya,,, mending tinggalin putus,,,, tar kan kalo kangen tinggal cari ja masih idup kalo pun liat dia bakal ngerasa sakit banget...coba kalo mati????? keder lista!!!!!!
Tuhan kalo Engkau bertanya anugerah ap yang paling indah yang pernah Engkau beri? lista bakal jawab, anugerah yang paling indah yang pernah Engkau beri adalah kesempatan gw buat kenal am windy,,,, orang yang paling punya arti dalam hidup gw,,, thx 4 God... Windy I WILL NEVER LET YOU GO... PROMISE!!!!!!!

Kamis, 27 Januari 2011

jauhhhh.....

0 komentar
hari2 ini gw sengaja jauihin dia,,, lu tau???? temennya ampe bilang gw gak seharusnya ketemu am dia tiap hari, tapikan kangen... masa iya gak buleh???? tega... emang dipikir2 gak bae juga siyyyyy.... yaudahlah gw gak boleh egois... gw harus bisa jauhin dia.... lagi lama kelamaan kuk gw jadi merasa bersalah ya???? masa gw bikin dia begitu??? tapi gpplah toh dia juga gak pernah kasi something special bwt gw!!!!! apa emang gw ditakdirin buat punya cowo yang bae,,, emang gw rasa yaaa selama ini dia cuma ambil yang manis dari gw tanpa harus ada pengorbanan yang gimana gitu,,, lah gw kuk jadi alay???? tapi kenyataan ngarang,,, taks apa gw bukannya kufur nikmat.... dimulai dari pertama pacaran ampe sekarang taks ada yang bener,,, pa harus cari lagi yang laen????? ato gw berenti ajah pacaran??? yasalam ini semua nyusahin banget... don't worry be happy gw masih bisa nyengir depan blogger gw niyyyy.... thanks yaaa uda mau nampung curhatan dari gw hahahahahaha.... satu hal lagi gw juga mau bilang prihatin am keadaan tempat gw gawe sekarang... niy tuh perasaan gw duang ap emang bener ya kalo keadaan gw ditempat gw gawe cuma ngabetin ajah???? gak lah masa gitu???? gak mungkin!!!! gw sekarang pacaran ama zefri,,, tapi kuk sekarang gw rasain beda yaaa???? gak sepeduli dulu waktu dia belum dapetin gw,,,, kalo gw ngomong kaya gini pasti tar yang disalahin ama dia gw,,, padahal emang kenyataan low dia udahh rubah,, masa persaan gw boongin gw???? imposible!!!!! eh sekarang gw jenuh apa yang musti gw kerjain di tengah2 kjenuhan gw selain pacaran??? gw uda sepet banget ama yang namanya pacaran,,, MUUPEEEKKK.... gw cuma berharap mudah2n tar bakal lebih baik ,,, amin ya Rab....

Jumat, 01 Oktober 2010

kangen banget

0 komentar
kadang gw nyesel pernah ketemu ama temen2 gw di banker,,, sekarang gw ngerasain kangen setengah mampus... gimana ini caranya gw ketemu mereka... nyesel gw bikin masalah disono.....

Followers

 

My Blog List

Welcome

cuybeck Copyright 2008 Shoppaholic Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez