Minggu, 03 April 2011


INISIASI 1

KERJASAMA DAN JARONGAN PERUSTAKAAN

Konsep kerjasama juga semakin didengungkan di dunia perpustakaan, tak terkecuali di antara perpustakaan di Indonesia. Istilah pinjam antar perpustakaan, silang layan, pemanfaatan bersama informasi (resource sharing) serta jaringan informasi yang banyak dipakai orang setelah teknologi komputer masuk ke dunia perpustakaan, sudah banyak dikenal bahkan diterapkan oleh perpustakaan, baik di tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional.

Informasi yang semakin melimpah dalam jumlah, jenis maupun media penyampaiannya, serta kebutuhan akan informasi yang semakin meningkat di satu pihak, kemudian dana yang semakin terbatas di pihak lain, membuat perpustakaan tak akan pernah dapat mencukupi kebutuhan pengguna dengan hanya menyuguhkan koleksi pustaka yang dihimpun masing-masing perpustakaan. Dari sanalah timbul gagasan perlunya kerjasama antar perpustakaan dalam pelbagai bentuk agar dapat memenuhi kebutuhan pengguna akan informasi semaksimal mungkin.

Sebagi lembaga pelayanan yang berorientasi pada pengguna, perpustakaan perlu selalu berupaya untuk dapat memberikan layanan yang terbaik, agar dapat memenuhi kebutuhan pengguna masing-masing. Dengan mengadakan kerjasama, bukan saja perpustakaan dapat memberikan kesempatan lebih luas untuk tidak saja dapat mempunyai akses ke sumber informasi yang dimiliki oleh perpustakaan sendiri tetapi juga ke perpustakaan lain.

Lalu, sebagi lembaga yang turut bertanggung jawab pada penyebaran informasi dan ilmu pengetahuan, melalui kerjasama, perpustakaan dapat perperan serta dalam mendorong dimanfaatkannya secara maksimal koleksi pustaka yang telah dihimpun masing-masing. Beberapa perpustakaan merencanakan program kerjasama baik formal maupun non formal untuk meningkatkan kepuasan penggunanya. Sepanjang perjalanan sejarah menunjukkan, komunikasi antar ilmuwan ternyata mengakibatkan terjadinya peminjaman pustaka antara perpustakaan dan pemberian akses bagi koleksi tertentu. Sampai saat ini nampaknya kerjasama secara formal kerjasama perpustakaan dengan memanfaatkan katalog induk (Union catalog), pinjam antar perpustakaan (Interlibrary loan), pemusatan penyimpan/ penyimpanan bersama koleksi, koleksi khusus bidang subyek menjadi kenyataan.

Kalau dilihat perdefinisi, kerjasama adalah suatu pebuatan bantu membantu atau yang dilakukan bersama (Purwadarminta, 176). Berdasarkan pengertian ini, maka kerjasama perpustakaan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan beberapa perpustakaan secara bersama melaksanakan suatu usaha mencapai tujuan yang sama dan/atau saling membantu dalam melaksanakan tugasnya. Pengertian mengarahkan bahwa setiap perpustakaan yang bekerjasama berkewajiban memberikan sesuatu kepada perpustakaan lain. Walaupun demikian, “sesuatu” yang diberikan dan/atau yang diminta untuk diberikan kepada perpustakaan lain akan terbatas pada kemampuan dan peraturan yang berlaku pada setiap perpustakaan yang bekerjasama. Hal ini menyebabkan pada umumnya dalam kerja sama perpustakaan “sesuatu yang saling diberikan adalah jasa”.

DISKUSI:

Jelaskan beberapa keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh melalui kerja sama perpustakaan!

INISIASI 2

KERJASAMA DAN JARINGAN PERPUSTAKAAN

Kerjasama Pengadaan.

Koleksi perpustakaan merupakan sumber informasi yang tidak saja menggambarkan hasil karya manusia masa lampau dan masa sekarang, namun juga masa yang akan datang. Bila koleksi perpustakaan dikembangkan tidak mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perpustakaan akan ditinggalkan penggunanya. Tiga pilar pokok perpustakaan adalah koleksi, sumber daya manusia(pustakawan) dan pelayanan. Sehingga ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak mungkin terpisahkan. Koleksi banyak tanpa ada pustakawan, mustahil perpustakaan itu akan berjalan. Pustakawan tanpa koleksi itu berarti tidur panjangnya sebuah perpustakaan, sebab tanpa koleksi tidak akan terjadi pelayanan bagi pengguna.
Masalah pengembangan koleksi di perpustakaan bukan rahasia umum. Tidak tersedianya dana yang memadai untuk membina koleksi bahan pustaka acapkali terjadi.
Perpustakaan nyaris tidak mendapat porsi penting bagi unit kerja induk. Namun demikian perpustakaan tidak boleh berhenti sampai disitu. Pustakawan sebagai ujung tombak perpustakaan tidak boleh begitu saja menyerah dengan keadaan. Dalam kondisi demikian profesionalitas pustakawan menjadi taruhannya. Pustakawan harus bergerak dan berusaha mencari koleksi-koleksi yang memungkinkan dimiliki oleh perpustakaan. Pengadaan bahan pustaka umumnya melalui pembelian, pertukaran (exchange) dan hadiah. Bagi perpustakaan yang miskin dana, pengadaan bahan pustaka melalui pembelian tentu tidak mungkin. Keadaan ini mendorong pustakawan untuk menetapkan prioritas bahan pustaka dan mencari alternative lain dalam mendapatkan bahan pustaka tanpa membeli.
Dengan adanya masalah dana yang banyak dihadapi oleh perpustkaan,

DISKUSI:

Jelaskan beberapa beberapa bentuk kerjasama yang dapat dilakukan untuk menambah koleksi pustaka ataupun memanfaatkan dana yang tersedia semaksimal mungkin !

INISIASI 3

KERJASAMA DAN JARINGAN PERPUSTAKAAN

Paradigma Kerjasama

Sebagaimana telah dikemukakan tentang alasan mengapa perpustakaan perlu bekerjasama. Hasilnya dapat berupa konsorsium, jaringan perpustakaan atau pun kerjasama perpustakaan. Dari definisi yang ada di Modul 1 Anda dapat membedakan berbagai jenis jaringan perpustakaan, misalnya jaringan bibliografi dan jaringan regional. Bentuk kerjasama yang terlihat dapat berdasarkan sumber pembiayaan, berdasarkan jurisdiksi dan jenis perpustakaan peserta. Di bawah ini uraian lebih lanjut.

1. Klasifikasi Berdasarkan Tujuan

Jaringan dapat dibagi berdasarkan tujuannya. Tujuan tersebut dapat berupa (a) pendayagunaan bersama informasi bibliografis semacam cantuman pengkatalogan; (b) pendayagunaan patungan melalui pinjam antar perpustakaan, pengembangan koleksi bersama, katalog induk majalah dan peminjaman timbal balik.

Pada peminjaman timbal balik ada kesepakatan antara dua perpustakaan atau lebih yang menyatakan bahwa anggota sebuah perpustakaan A, B dan C sepakat melaksanakan peminjam buku di perpustakaan B dan C, demikian pula sebaliknya.

2. Kategori Ber-dasarkan Jenis Perpustakaan

Jenis jaringan dapat dibagi menjadi jaringan perpustakaan tipe tunggal dan tipe ganda. Jaringan perpustakaan tipe tunggal artinya jaringan perpustakaan yang melibatkan hanya satu jenis perpustakaan saja, misalnya jaringan perpustakaan umum, perpustakaan perguruan tinggi. Contoh di Indonesia misalnya jaringan perpustakaan perguruan tinggi negeri. Jaringan perpustakaan tipe ganda ialah jaringan perpustakaan yang mencakup lebih dari 1 jenis perpustakaan misalnya perpustakaan umum dan khusus. Contoh adalah jaringan perpustakaan di kota Semarang dan sekitarnya yang melibatkan berbagai jenis perpustakaan.

Mula-mula yang banyak tumbuh ialah jenis tipe tunggal, tetapi sekarang tipe ganda lebih banyak jumlahnya. Hal ini terjadi karena masing-masing perpustakaan berusaha memanfaatkan semaksimal mungkin sumber daya perpustakaan yang ada. Hal itu didorong oleh kenyataan bahwa tidak sebuah perpustakaan pun atau bahkan sebuah jaringan perpustakaan tipe tunggal yang mampu melayani semua bahan perpustakaan bagi semua pemakai dan anggota. Perpustakaan umum dapat memperoleh manfaat dari koleksi perpustakaan perguruan tinggi dan sekolah. Lazimnya jaringan perpustakaan tipe ganda didorong oleh pemerintah.

3. Berdasarkan Geografi

Jaringan perpustakaan berdasarkan geografis dapat dibagi lagi menjadi tipe tunggal atau ganda dan dapat pula dibatasi pada kota, provinsi ataupun kawasan yag lebih luas misalnya Indonesia Barat, Sulawesi, Indnesia Timur.

Sebuah perpustakaan dapat menjadi anggota lebih dari 1 jaringan perpustakaan, misalnya perpustakaan tersebut menjadi anggota perpustakaan umum, juga menjadi anggota jaringan dalam sebuah propinsi. Banyak perpustakaan yang menjadi anggota jaringan bibliografi juga menjadi anggota sistem regional. Misalnya perpustakaan Universitas Sam Ratulangi menjadi anggota Badan Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri se Indonesia Timur juga menjadi anggota Pusat Layanan Disiplin Ilmu juga anggota Jaringan Dokumentasi dan Informasi Kesehatan.

4. Klasifikasi Berdasarkan Jurisdiksi Politik

Jaringan perpustakaan dapat dibagi menurut jurisdiksinya menjadi jurisdiksi tunggal atau jurisdiksi jamak. Jenis jurisdiksi tunggal artinya jaringan tersebut bertanggung jawab pada satu otorita saja sedangkan jurisdiksi jamak memberikan jasa pada dua jurisdiksi atau lebih serta bertanggung jawab pada 2 otorita atau lebih. Sebagai contoh jaringan perpustakaan di sebuah kabupaten hanya bertanggung jawab pada otorita atau penguasa tunggal sedangkan jurisdiksi jamak terdapat pada jaringan perpustakaan yang mencakup lebih dari 1 provinsi ataupun perpustakaan propinsi yang membawahi berbagai kabupaten di sebuah propinsi.

5. Jaringan Komersial Versus Nirlaba

Jaringan dapat dibagi menjadi jaringan komersial dengan jaringan nirlaba. Anda perlu memahami konsep pangkalan data komersial atau commercial data base. Pangkalan data komersial adalah penjaja jasa yang menyediakan data bibliografi, teks lengkap untuk pemakai dengan tujuan menjadi keuntungan. Secara sederhana Anda bayangkan katalog perpustakaan. Data katalog perpustakaan itu disimpan di komputer, karena data katalog merupakan data biblografis artinya data menyangkut buku dalam arti luas. Data tersebut dapat diakses melalui berbagai ancangan atau pendekatan. Kalau pada katalog di perpustakaan, Anda dapat menelusur melalui pengarang, judul, subjek atau seri maka pada pangkalan data yang tersimpan di komputer akses tersebut lebih banyak. Misalnya Anda menelusur melalui pengarang dan subjek. Sebagai contoh seseorang mencari karya Abdurrachman Surjomihardjo khusus tentang kota Jakarta saja. Di sini ada penggabungan antara pengarang dengan subjek, hal tersebut tidak dapat dilakukan secara langsung di katalog perpustakaan yang dikelola secara hastawi (manual). Para penjaja jasa ini mengumpulkan data bibliografis berbagai sumber, dari semua indeks artikel majalah ilmiah. Siapa saja dapat melanggan pangkalan data komersial asal yang bersangkutan bersedia membayar, karena sifatnya membayar, maka pangkalan data tersebut dikenal dengan nama pangkalan data komersial. Lawanannya ialah pangkalan data nirlaba, yang disediakan oleh perpustakaan.

Pangkalan data komersial dan sistem informasi komersial bukanlah jaringan perpustakaan karena bukan merupakan bagian dari perpustakaan yang ikut serta dalam program kerjasama. Pangkalan data komersial memberikan jasa informasi nonbibliografis dan temu balik informasi bibliografis namun harus membayar. Pangkalan data komersial menyediakan akses ke literatur, dan data informasi yang bertautan dengan subjek. Beberapa di antaranya dapat diakses melalui jaringan telekomunikasi milik mereka, jasa yang lain dapat diakses melalui jaringan telepon biasa atau melalui jaringan bibliografi. Contoh pangkalan data komersial ialah Utlas dari Canada dan DIALOG dari AS. Utlas singkatan dari University of Toronto Library Automation System berasal dari Toronto, Canada. Dialog dikembangkan oleh perusahaan penerbangan Lockheed dari Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Kedua-duanya sebenarnya juga penjaja atau vendor yang menjual berbagai pangkalan data buatan orang lain.

Kalau Anda melihat kegiatan pangkalan data komersial sebenarnya hampir tidak berdeda dengan jasa pangkalan data nirlaba; yang membedakan hanyalah ketentuan harus membayar saja, sedang jasa lainnya sama saja.

Diskusi

Dalam melaksanakan kerjasama-antar perpustakaan, diperlukan alat-alat penunjang yaitu berbagai macam sarana bantu kerajasama perpustakaan yang untuk pembuatannya dapat dilakukan melalui kerjasama, sarana utama kerjasama tersebut antara laian adalah:

  1. Bibliografi,
  2. Katalog induk
  3. katalog induk majalah
  4. indeks

Jelaskan peranan masing-masing sarana bantu kerjasama perpustakaan tersebut !

Tugas

Dalam melaksanakan kerjasama-antar perpustakaan, diperlukan alat-alat penunjang yaitu berbagai macam sarana bantu kerajasama perpustakaan yang untuk pembuatannya dapat dilakukan melalui kerjasama, sarana utama kerjasama tersebut antara laian adalah:

1. Bibliografi,

2. Katalog induk

3. katalog induk majalah

4. indeks

Jelaskan peranan masing-masing sarana bantu kerjasama perpustakaan tersebut !

INISIASI 4

KERJASAMA DAN JARINGAN PERPUSTAKAAN

Kerjasama perpustakaan perguruan tinggi

Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi Dirjen Dikti membangun sistem jaringan komputer. Pada tahun 1988 dibentuk Inter-university Computerized Network (UNINET), dan pada tahun 2006 dibentuk Indonesian Higher Eduication Network ( INHERENT).

1. Inter-university Computerized Network (UNINET),

Tujuan utama dibentuknya jaringan ini adalah untuk menghubungkan ke 45 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dibawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. UNInet terutama dirancang untuk mendukung kerjasama dalam pendidikan, penelitian, dan pengelolaan pendidikan tinggi di Indonesia.

Dalam pengembangannya, UNInet juga akan terhubung ke lembaga-lembaga lainnya yang relevan serta dengan jaringan-jaringan komputer lain, baik nasional maupun internasional. Indonesia merupakan negara ketiga di Asia yang memiliki jaringan antar kampus semacam ini setelah Jepang dan Korea Selatan. Serupa dengan jaringan komputer lainnya, UNInet mempunyai potensi untuk membantu peningkatan produktivitas para pemakainya, terutama masyarakat akademis di Indonesia.

Fasilitas yang Tersedia untuk Para Pemakai

UNInet menyediakan fasilitas bagi para pemakainya guna saling berkomunikasi melalui paket-paket perangkat-lunak yang dikembangkan dalam rangka:

  • Layanan pesan elektronis, yang memungkinkan para pemakai untuk mengirim dan menerima pesan-pesan elektronis ke/ dari setiap pemakai lain pada UNInet dan jaringan-jaringan lainnya yang terhubung.
  • Pelayanan diskusi elektronis, yang menyediakan forum bagi sejumlah pemakai untuk bersama-sama mendiskusikan topik-topik yang menjadi perhatian bersama. Sistem ini melakukan pelayanan secara tersebar, tanpa komputer pusat seperti pada fasilitas diskusi lainnya. Setiap pemakai cukup menghubungi sebuah komputer lokal dilembaganya sendiri.
  • Fasilitas pemindahan berkas, memungkinkan pemakai untuk memindahkan berkas dari satu komputer kekomputer lainnya.
  • Penggunaan sistem jarak jauh secara interaktif, suatu fasilitas yang memungkinkan pemakai untuk mengakses host-host (jarak-jauh) lain yang dihubungkan ke jaringan. Fasilitas ini hanya dapat digunakan secara terbatas, karena biaya telekomunikasi yang sangat tinggi.
  • Pengerjaan tugas-tugas pada komputer secara jarak jauh. Pada awalnya hal ini membatasi pemakai untuk mengengsekusi perintah pada sistem jarak jauh.

Simpul-simpul UNInet

Untuk tahap pertama, pengembangan UNInet dipusatkan pada pengembangan hubungan kedelapan simpul.

Sub-jaringan telekomunikasi yang menghubungkan kedelapan simpul tersebut dijalankan pada 1200 bit/detik dengan fasilitas dari PERUMTEL sebagai berikut :

  • Universitas Indonesia, Jakarta (Sirkit-Sewa SKDP, X.25 dan X.28).
  • Institut Teknologi Bandung, Bandung (Sirkit-Sewa SKDP, X.28-belum terpasang).
  • Universitas Gadjahmada, Yogyakarta (Sambungan Dial-up SKDP)
  • Institut Teknologi Surabaya, Surabaya (Sambungan Dia-lup SKDP)
  • Universitas Hasannudin, Ujung Pandang (Sambungan Dial-up SKDP- belum terpasang).
  • Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Jawa Barat (Sambungan Data melalui Telepon).
  • Institut Pertanian Bogor, Bogor (Sambungan Data melalui Telepon - belum terpasang).
  • Ditjen Dikti Depdikbud, Jakarta (Sambungan Data melalui Telepon - belum terpasang).

Disamping simpul-simpul diatas juga dioperasikan hubungan dengan Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) di Jakarta dan dalam waktu dekat dengan Laboratorium Data, Pusat Penelitian dan Pengembangan PERUMTEL di Bandung.

DISKUSI

Jelaskan masalah-masalah dalam Pengembangan UNInet

0 komentar on " "

Poskan Komentar

Followers

 

My Blog List

Welcome

cuybeck Copyright 2008 Shoppaholic Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez